KAKEHANG | Ambon, 23 Juni 2025 – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Drs. James Th. Leiwakabessy, MM, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah hukum atas kehilangan sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan pengelolaan dana BOS tahun 2019 hingga 2024 serta dana DAK pada Bidang SMK.
Ditemui wartawan di lobi Hotel Golden Palace Ambon, Leiwakabessy menjelaskan bahwa laporan kehilangan tersebut telah disampaikan kepada Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease pada Sabtu (21/6/2025). Laporan itu diajukan menyusul penyampaian langsung dari Kepala Bidang SMK beserta dua stafnya yang menyatakan bahwa dokumen-dokumen penting tersebut telah hilang.
“Kepala bidang dan dua staf sudah diperiksa oleh pihak kepolisian. Kami sangat berharap investigasi dilakukan secara serius agar ditemukan siapa saja yang terlibat dalam kehilangan ini,” kata Leiwakabessy.
Langkah Hukum Didorong Sampai ke Akar
James menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini secara resmi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dan keduanya telah memerintahkan agar masalah ini dituntaskan secara menyeluruh. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap siapa pun, termasuk oknum internal dinas, jika terbukti terlibat.
“Jika ada keterlibatan dari dalam, kami akan menjatuhkan sanksi disiplin administratif sesuai hasil temuan dari pihak kepolisian,” ujarnya.
Leiwakabessy menilai, kehilangan dokumen bukan perkara biasa. Ia menyebut, dokumen-dokumen tersebut sangat penting dalam konteks pertanggungjawaban publik atas pengelolaan dana pendidikan, dan oleh karena itu wajib dijaga secara ketat.
Dinas Pendidikan Tak Ingin Dicemari Oknum
Menurut Kadis, pihaknya ingin memastikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku terbebas dari perilaku aparatur yang tidak terpuji, apalagi menyangkut dana yang digunakan untuk proses pendidikan anak-anak Maluku.
“Tanggung jawab kami berat, karena kami mengemban misi memanusiakan manusia lewat pendidikan. Maka tidak boleh ada yang bermain-main dengan amanah ini,” tegasnya.
James juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum hingga hasil penyelidikan tuntas. Ia berharap penyelesaian kasus ini bisa menjadi pintu masuk pembenahan internal, terutama di lingkup Bidang SMK yang kini tengah disorot.













