KAKEHANG | Ambon, 25 Agustus 2025
Kehadiran Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku menjadi penanda pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan partai politik. Muswil yang berlangsung di Hotel Santika, Ambon, Minggu (24/8/2025), mengusung tema “Kokoh Bersama, Majukan Maluku untuk Indonesia” dan menghasilkan kepengurusan baru PKS Maluku untuk periode 2025–2030.
Kepengurusan baru yang dilantik mencakup tiga unsur utama: Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) dipimpin Abdullah Azis Sangkala, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di bawah komando Fachri Husni Alkatiri, serta Dewan Syariah Wilayah (DSW) dengan ketua Said Muzakir Assegaf. Forum politik ini dihadiri jajaran Forkopimda, kepala daerah, pimpinan partai politik, tokoh agama, hingga kader PKS dari seluruh kabupaten/kota di Maluku.
Dalam pidatonya, Gubernur Hendrik menekankan bahwa PKS harus terus tampil sebagai kekuatan politik yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyoroti pentingnya menjaga nilai moral dan kebersamaan dalam kehidupan politik yang plural.
“Sebagai salah satu pilar demokrasi, keberadaan PKS sangat berpengaruh terhadap kemajuan demokrasi di daerah ini. Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik, semoga semakin bersemangat dalam menjalankan amanah demi kesejahteraan rakyat Maluku,” ujarnya.
Lebih jauh, Gubernur mengingatkan bahwa partai dakwah seperti PKS sebaiknya istiqomah mengedepankan politik kemaslahatan, bukan sekadar citra semata. Ia juga berharap agar partai politik berperan melahirkan pemimpin yang berkualitas, sekaligus menjaga netralitas dalam kontestasi demokratis.
“PKS sebagai partai dakwah harus istiqomah dalam politik kemaslahatan, bukan sekadar pencitraan. Partai politik, termasuk PKS, diharapkan melahirkan pemimpin berkualitas dan menjaga netralitas dalam pemilu yang demokratis,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Maluku, Fachri Husni Alkatiri, menyampaikan bahwa Muswil VI merupakan momentum penting bagi konsolidasi internal sekaligus memperkuat arah perjuangan partai ke depan.
“PKS hadir sebagai partai Islam rahmatan lil ‘alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, PKS ingin menjadi mitra strategis pemerintah daerah, termasuk dengan kepemimpinan Gubernur Maluku,” kata Fachri.
Fachri menambahkan, PKS menargetkan perbaikan posisi politik di Maluku setelah sebelumnya jumlah kursi legislatif menurun. Selain itu, PKS berambisi memperluas kemenangan dalam Pilkada dengan menambah jumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah dari kader partai.
“Kita target 100 persen, mudah-mudahan 1 Bupati saat ini, ke depan ada 2 Bupati, kalau Wakil ada 2 mudahan ke depan ada 4 orang. Namun cita-cita ini hanya bisa tercapai jika ada kolaborasi yang kuat di seluruh kader. Prinsipnya kita mendukung kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa,” tegasnya.













