Kakehang.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat kesiapsiagaan dan langkah mitigasi bencana daerah. Terbaru, Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meresmikan Tugu Peringatan Tsunami 1950 serta instalasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Banjir di Negeri Hative Kecil, Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Bodewin menyampaikan bahwa instalasi EWS banjir yang dipasang di Jembatan Satu Rupiah berfungsi untuk memantau kenaikan debit air sungai secara real-time. Sistem ini dilengkapi dengan indikator tingkatan warna mulai dari hijau, kuning, oranye, hingga merah.
”EWS ini menjadi penanda bagi warga. Jika indikator sudah menyentuh warna oranye, itu artinya masyarakat harus segera berada dalam kondisi siaga sebelum masuk ke warna merah,” ujar Bodewin.
Selain EWS banjir, peresmian Tugu Peringatan Tsunami 1950 di kawasan Syalalom dan Hative Kecil diarahkan sebagai sarana edukasi sejarah dan pengingat kolektif. Menurut Bodewin, tugu ini hadir bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan membangun kesadaran sejarah bahwa Ambon memiliki rekam jejak kebencanaan yang harus diantisipasi secara bijak.
“Tugu peringatan ini adalah bagian dari pengingat kita semua. Tsunami pernah terjadi di Ambon pada 1950, dan cara terbaik menghormati sejarah itu adalah dengan meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan kita menghadapi potensi risiko di masa depan,” tegasnya.
Langkah mitigasi ini digagas melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta konsorsium perguruan tinggi dalam dan luar negeri, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Kyoto University, dan Tohoku University. Pemkot Ambon juga memperkuat infrastruktur pendukung melalui pemasangan rambu-rambu evakuasi serta pengembangan program Tsunami Ready Community.
”Bencana mungkin tidak bisa kita hindari, tetapi risiko korban jiwa bisa kita minimalkan melalui mitigasi dan kolaborasi. Kami mengapresiasi seluruh peneliti, akademisi, serta masyarakat Negeri Hative Kecil yang telah bekerja sama. Tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah satu, yaitu keselamatan jiwa masyarakat Kota Ambon,” tutup Bodewin. (*













